Lima Pelajaran dari Duel Liverpool vs Crystal Palace: Misi Raih Tiket UCL Sukses!

Jakarta – Liverpool berhasil menuntaskan misinya dengan sukses setelah mampu meraih kemenangan atas Crystal Palace.

Duel lawan Palace di Anfield di pekan ke-38 Premier League 2020-21 ini berstatus wajib menang bagi Liverpool. Sebab hanya itu yang bisa menjamin mereka mendapat tiket ke Liga Champions.

Liverpool tampil all out dan mendominasi penguasaan bola. Namun mereka cukup kesulitan untuk bisa menjebol gawang Palace.

Liverpool akhirnya baru bisa mencetak gol pada menit ke-36 melalui sontekan Sadio Mane dari jarak dekat. The Reds kemudian baru bisa mencetak gol lagi pada menit ke-74, lagi-lagi melalui Mane.

Liverpool akhirnya berhasil menang dengan skor 2-0. Sebuah hasil yang melegakan.

Dari kemenangan ini, pelajaran apa saja yang bisa dipetik? Simak ulasannya berikut ini Bolaneters.

Salah Gagal Raih Sepatu Emas

Di pertandingan ini, Mohamed Salah punya dua misi. Selain mengantarkan Liverpool memetik kemenangan, ia juga sangat ingin menjebol gawang Crystal Palace.

Salah memang sedang mengejar rekor pribadi. Ia berusaha untuk bisa meraih Sepatu Emas ketiganya bersama Liverpool.

Sebelum laga lawan Palace ini, ia sudah mengoleksi 22 gol. Jumlah itu sama dengan yang diraih oleh bomber Tottenham, Harry Kane.

Di laga lain, Tottenham berduel lawan Leicester dan menang 2-4. Kane mencetak satu gol di laga tersebut.

Salah sendiri akhirnya menuntaskan laga tanpa bisa mencetak gol meski memiliki beberapa peluang. Pada akhirnya ia pun kalah dengan selisih satu gol dari Kane dalam perburuan Sepatu Emas. Sungguh disayangkan.

Selamat Tinggal, Wijnaldum

Laga ini harusnya diakhiri sepenuhnya dengan kegembiraan. Sebab selain menang, mereka juga meraihnya di hadapan para fans yang sebagian besar bisa balik ke Anfield lagi setelah pandemi COVID-19 melanda.

Sayangnya ada setitik kesedihan yang dirasakan banyak fans. Sebab ini terakhir kalinya mereka harus melihat Georginio Wijnaldum bermain bagi Liverpool.

Pemain asal Belanda itu dipastikan cabut. Sebab Liverpool tidak memperpanjang kontraknya di Anfield.

Kabarnya Liverpool sudah menawarkan kontrak bagi Wijnaldum. Namun kedua pihak tak menemui titik temu saat bernegosiasi.

Liverpool sendiri memberikan Guard of Honour pada Wijnaldum usai pertandingan. Mereka juga memberikannya plakat spesial yang menunjukkan jumlah koleksi gelar the Reds di berbagai ajang kompetisi.

Wijnaldum sendiri selama ini merupakan pilar penting di lini tengah Liverpool. Ia mampu tampil konsisten meski di saat-saat sulit dan jarang sekali cedera. Jadi wajar jika banyak fans The Reds yang merasa kehilangannya. Demikian juga dengan Jurgen Klopp.

Perpisahan tak Ideal Palace dengan Hodgson

Tak cuma di kubu Liverpool yang harus berhadapan dengan situasi perpisahan. Kubu Crystal Palace juga mengalaminya.

Di Palace, mereka akan berpisah dengan manajernya, Roy Hodgson. Eks bos Liverpool satu dekade yang lalu itu sebelumnya sudah menyatakan akan cabut dari Palace di akhir musim ini.

Hodgson sudah berusia 73 tahun sekarang ini. Dan tampaknya ia akan pensiun setelah angkat kaki dari Palace.

Hodgson tentu ingin laga perpisahannya dengan Palace berakhir indah. Sayangnya itu tak terjadi.

Namun paling tidak ada sedikit rasa bangga pada diri Hodgson. Sebab ia bisa membantu Liverpool untuk masuk ke Liga Champions lagi. Namanya akan dikenang oleh sebagian fans The Reds.

Misi Raih Tiket Liga Champions Sukses!

Liverpool sempat terseok-seok pada musim ini. Badai cedera dan tumpulnya lini serang membuat mereka sempat terlempar keluar dari zona empat besar.

Liverpool pun bahkan disebut bakal mengakhiri musim dengan buruk. Banyak pihak yang menyebut mereka bakal main di Liga Europa musim depan.

Namun performa Liverpool belakangan ini membaik. Hasil positif terus diraih dari 10 laga terakhirnya, di mana mereka tak pernah kalah (M7, S3). Mereka akhirnya menanjak naik dan sukses menempati posisi empat sebelum laga pekan ke-38 digelar.

Liverpool harus menang lawan Palace. Sebab perolehan poin mereka sama dengan Leicester City (66) yang ada di posisi lima. Jika mereka bermain imbang lawan Palace sementara Leicester menang atas Tottenham, maka peluang mereka meraih tiket UCL akan pupus.

Namun untungnya Leicester malah kalah 2-4 dari Tottenham. Keberuntungan Liverpool tak cuma sampai di situ. Chelsea juga kalah dari Aston Villa.

Liverpool pun meraih 69 poin usai menggasak Palace. Itu artinya mereka naik ke posisi ketiga dan musim depan berhak langsung masuk fase grup. Chelsea turun ke posisi empat dan harus ikut babak kualifikasi lebih dahulu. Leicester? Mereka tertahan di posisi kelima.

Catatan Personal Sadio Mane


Sadio Mane merupakan mesin gol Liverpool. Namun di musim ini secara umum performanya berada di bawah standar.

Namun ia bisa mengakhiri musim dengan bagus. Ia menjebol gawang Crystal Palace dua kali. Gol ini tentu akan bisa membantu kepercayaan dirinya.

Akan tetapi dua gol itu meninggalkan catatan apik bagi Mane. Dengan tambahan dua gol itu, Mane kini telah berhasil mengemas 11 gol pada musim 2020-21 ini.

Dengan demikian, Sadio Mane kini telah berhasil mencetak setidaknya 10 gol dalam lima musim beruntun di pentas Premier League.

Selain itu ia juga menorehkan luka tersendiri bagi Palace. Mane sukses menjebol gawang The Eagles dalam delapan pertemuan secara beruntun.

Twitter : @OptaJoe

8 – Sadio Mane (vs Crystal Palace) has become just the second player to score in eight consecutive Premier League appearances against an opponent, after Robin van Persie against Stoke. Hateful.

Penyerang yang gabung Liverpool sejak tahun 2016 itu jadi pemain kedua di pentas EPL yang bisa menorehkan catatan tersebut setelah legenda Arsenal, Robin van Persie. Pria yang sempat membela MU itu juga pernah mencetak gol dalam delapan laga beruntun lawan Stoke City

Related Posts

Leave a Reply